Ensiklopedia Adab dan Akhlak Islam Dalam Menuntut Ilmu

🔰 RINGKASAN KAJIAN ONLINE 🔰

"Ensiklopedia Adab dan Akhlak Islam Dalam Menuntut Ilmu"

👤Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc
🗓 Senin, 12 Syaban 1441 H / 6 April 2020

Ditulis oleh : Akh Rahmat Hafizhahullah

 

1. Apabila seorang penuntut ilmu sulit memahami suatu pembahasan maka ia harus bersabar dalam menyimak dan mendengarkan atau disarankan bertanya kepada guru dengan Adab dan tidak boleh memotong pembahasan yang disampaikan oleh gurunya

 

  • Krisis Adab dalam kajian/ belajar online biasanya tidak sedikit yang tidak bersabar atau mudah tergesa-gesa. Seperti ini adalah sifat bentuk kemalasan

 

  • Bersikap penuh Adab dlm bertanya kepada guru, jangan bertanya hal-hal yang menyusahkan diri sendiri, tidak memfasihkan atau seperti memamerkan pertanyaan supaya dikatakan berilmu kepada penuntut ilmu lainnya, atau bermaksud melemahkan guru/ mengetes gurunya dengan pertanyaan yang sudah tahu jawabannya

 

2. Hendaklah seorang penuntut ilmu menegakkan hak-hak ilmu di dalam Masjid. Seperti menerapkan etika Adab, Akhlak  dan tidak boleh jual beli di dalam Masjid

 

  • Cabang Iman yang tertinggi LÂ ILÂHA ILLALLÂH (لا إله إلاّ الله) dan yang terendah adalah mengambil rintangan di jalan

 

  • Memperhatikan kerapihan dan kebersihan masjid dalam menuntut ilmu, boleh makan di masjid asalkan bersih dan tidak membuang sampai sembarangan

 

3. Hendaklah seorang penuntut ilmu menegakkan hak-hak ilmu di rumah diantaranya Laki-laki mengajarkan ilmu kepada  istri dan keluarganya

 

Tiga orang golongan manusia yang mendapat dua ganjaran pahala keimanan :

  • Seorang laki-laki dari ahli kitab yang beriman kepada Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad ﷺ dari kalangan Nashoro atau Yahudi, mengabungkan iman kepada para Rasul

 

  • Seorang hamba sahaya apabila memenuhi hak Allah dan tuannya (tuannya sudah tidak ada di zaman ini

 

  • Seorang laki-laki yang punya budak perempuan (bisa dikhiaskan istri) lalu ia mendidik dan memperbagus agamanya serta memerdekakan dan menikahinya

 

4. Membaca siroh Nabi dan biografi para Ulama

 

Allah ta'ala memerintahkan kaum Mukminin dan umat manusia mengambil ibroh pelajaran dari cerita kaum terdahulu untuk menjadi panutan dan bisa menjadi motivasi dan contoh untuk ketaatan kepada Allah dan RasulNya

 

  • Orang yang taat kepada Allah dan RasulNya dia akan bersama para Rasul, Shidiqqin, dan orang-orang mati Syahid.

 

Betapa baiknya semasa hidup bertemu dengan orang sholeh, karena seseorang itu bersama siapa yang ia cintai

 

6. Membaca ilmu pada tema tersebut  seperti ilmu yang beragam sebelum momen atau waktunya, seperti sebentar lagi  bulan Ramadhan

 

  • Hendaklah seorang membekali diri sebelum masuk bulan Ramadhan. Seperti belajar agama rajin mendengarkan kajian, perbanyak dzikir dan membaca Al-Qur'an

 

  • Seorang Muslim harus mempunyai ilmu dalam melakukan ibadah wajib maupun Sunnah.

 

  • Barangsiapa yang tidak bersiap dari awal maka ia tidak akan sampai ke tujuan

 

  • Barangsiapa yang hanya berangan-angan maka ia hanya bisa bermimpi dan tidak bisa merealisasikannya

 

  • Dua nikmat yang banyak di lalaikan manusia adalah Nikmat Kesehatan dan Nikmat Waktu Luang

​​​​​​​

  • Berantusias membeli kitab-kitab yang bertema tunggal/ tematik, seperti Fiqih atau Aqidah

​​​​​​​

  • Mendahulukan yang lebih penting, prioritas dalam menuntut ilmu

​​​​​​​

  • Memulai dari yang paling penting, seperti Aqidah dan Ushul Din' dari amaliyah atau ubudiyah, seperti masalah Thoharoh dan sholat lebih penting karena menyangkut keseharian kita.

​​​​​​​

Di antara petunjuk Rasulullah ﷺ adalah memulai yang lebih penting yang karenanya seseorang beraktifitas

 

 7. Waspada dari sifat sok berilmu  

​​​​​​​

Seperti menganggap dirinya tinggi ilmu dan orang lain tidak, ingin mendebat ulama dll. Sifat penuntut ilmu seperti ini tidak berkah bahkan bisa menghancurkan keilmuan dalam dirinya

 

  • Para Ulama Salaf menganggap cukuplah seseorang di kenal berilmu jika ia takut kepada Allah dan cukuplah seorang dikatakan jahil jika ia ujub terhadap ilmunya

 

  • Barangsiapa menuntut ilmu hanya untuk membodoh-bodohi atau merendahkan orang lain dengan lisan maupun jemarinya sungguh orang tersebut tidak Ikhlas dalam menuntut ilmu

 

  • Ibadah akan diterima jika Ikhlas dan sesuai Sunnah Rasulullah ﷺ

 

  • Wajib atas seorang Muslim untuk mengetahui hak orang tua

 

Rasulullah ﷺ bersabda  

"Bukan termasuk diantara golongan kami, yaitu orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi anak muda."

 

8. Senantiasa memuji Allah ta'ala saat mengingatnya dan senantiasa bersholawat kepada Rasulullah ﷺ ketika mengingat beliau

 

Waallahu'alam
 

♻ Semoga bermanfaat

 

Catatan
Kesalahan ringkasan kajian ini semata-mata dari penulis