Pedagang Tampak Religius Namun Menipu

Allah Ta'ala mengabarkan perilaku kalangab munafiq dengan firman-Nya:

 

يُخَٰدِعُونَ ٱللَّهَ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَمَا يَخۡدَعُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ

 

Mereka menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanyalah menipu diri sendiri tanpa mereka sadari. [Surat Al-Baqarah Ayat 9]

 

Al-Khad' (الخدع) pada asalnya bermakna al-ikhfa' (الإخفاء ), yakni menyembunyikan, atau menutup-nutupi. Al-Baghawy berkata:

 

الْمُخَادِعُ يُظْهِرُ خِلَافَ مَا يُضْمِرُ  

"Penipu itu menzahirkan (menampakkan hal) yang menyelisihi apa yang disembunyikan." [Ma'alim at-Tanzil, 1/65]

 

Ayat ini berkaitan dengan nifaq dari segi aqidah. Namun kita mempelajari bahwa di antara karakter unggulan orang munafiq adalah menipu dan menampakkan kebaikan padahal batinnya busuk. 

 

Lalu bagaimana dengan pedagang yang mengerti barang dagangannya, kualitasnya, plus-minusnya dan harganya?! 

 

Lalu bagaimana dengan pedagang yang menzahirkan dirinya seorang religius, berpeci, tuturannya 'masya Allah' 'tabarakallah' 'akhi' 'ukhti' dan lafal yang menunjukkan kualitas keagamaan, namun rupanya semua itu trik pengelabuhan agar dagangannya laris semata, tak peduli cacat atau normal. 

 

Bagaimana dengan pedagang yang bernaung di bawah nama seorang ustadz masyhur namun itu semua hanya trik memanfaatkan ketenaran dan rupanya memang murni dunia harapannya bahkan sekali-kali sengaja menipu konsumen yang sudah kadung yakin dan percaya?! 

 

Berkata Syaikh Muhammad Hamid al-Faqy hafizhahullah:

 

المنافق يظهر أنه متدين، حريص على الدين ليعصم دمه وماله، أو ليجني من وراء ذلك مغنماً أو ثناء الناس وتعظيمهم له، هو مع كل ذلك لا يحس بوازع الدين في دخيلة نفسه، ولا يجد أثراً لخوف الله وخشيته في قلبه،

 

"Orang munafiq menampakkan dirinya seolah religius, semangat beragama demi menjaga darah dan hartanya, atau di balik itu ingin mendulang harta atau pujian manusia dan pengagungan mereka. Bersamaan dengan itu, ia tak merasakan agama di dalam dirinya. Tidak ditemukan efek dari rasa takut kepada Allah di hatinya."

 

Pedagang Muslim yang shadiq adalah yang takut kepada Allah Ta'ala, menjalankan syariat-Nya, berkata apa adanya tentang dagangannya, tidak semata-mata menjadikan agama perhiasan untuk memikat dunia belaka dan mengharapkan dari perdagangannya keselamatan dunia dan akhirat. 

 

Semoga bermanfaat. Jazakumullahu khayra wa baaraka fiikum.

 

 

 

Ditulis oleh Ust Hasan al-Jaizy
Sabtu, 6 Dzulqo'dah 1441 / 27 Juni 2020