Safah Dalam Hal Harta Maupun Amalan

Tentu sebagai muslim pembaca al-Qur'an, Anda mengenali lafal 'sufaha''. Ketahuilah, itu adalah bentuk plural untuk kata 'safih'. Safih didefinisikan oleh Syaikh ibn Utsaimin dengan:

من لا يحسن التصرف

"Orang yang tak memiliki cakap kelakuan." [Tafsir Surah an-Nisa', 1/38]

Orang yang tak memiliki cakap kelakuan bisa saja disebabkan usianya yang masih belia, maupun disebabkan kurangnya akal dan pendidikan. Ketidakcakapan itu bisa dari segi penggunaan harta maupun dari segi amalan.

 

Allah Ta'ala melarang kita untuk menyerahkan harta kepada mereka, kendatipun pada asalnya ia milik mereka. Firman-Nya:

 

وَلَا تُؤْتُوا۟ ٱلسُّفَهَآءَ أَمْوَٰلَكُمُ ٱلَّتِى جَعَلَ ٱللَّهُ لَكُمْ قِيَٰمًۭا

"Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang tak cakap perlakuannya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok kehidupan." [Q.S. An-Nisa: 5]

 

Dan termasuk perbuatan safah (bodoh) menurut kami: memfasilitasi anak-anak dengan kemewahan yang tidak membuat mereka kian terdidik dan dekat kepada agama bahkan menurunkan kadar moral mereka, seperti membelikan motor mewah atau motor berknalpot bising untuk keseharian. Fasilitas semacam ini justru memberatkan diri anak dan orang tua di akhirat nanti.

Wallahu a'lam.

 

Ditulis oleh :
Ust. Hasan al-Jaizy