ILMU, JIHAD ATAU DAKWAH?

PERTANYAAN:

Manakah yang lebih diutamakan: ilmu, jihad atau dakwah?

 

JAWABAN:

Setiap dari perkara yang disebut oleh penanya (yakni: menuntut ilmu, jihad dan dakwah) adalah kewajiban atas umat ini.

Menuntut ilmu adalah kewajiban atas umat ini. Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, dari sahabat Anas bin Malik, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ููŽุฑููŠุถูŽุฉูŒ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ู…ูุณู’ู„ูู…ู

“Menuntut ilmu adalah hal yang fardhu atas setiap muslim.” [H.R. Ibnu Majah, no. 224]

Abu ad-Darda’ radhiyallahu anhberkata:

ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉูŒ: ุนูŽุงู„ูู…ูŒุŒ ูˆูŽู…ูุชูŽุนูŽู„ู‘ูู…ูŒุŒ ูˆูŽุงู„ุซู‘ูŽุงู„ูุซู ู‡ูŽู…ูŽุฌูŒ ู„ูŽุง ุฎูŽูŠู’ุฑูŽ ูููŠู‡ู

“Manusia itu ada 3 macam: alim (orang berilmu), muta’allim (orang belajar ilmu) dan yang ketiga hanyalah lalat yang tidak ada kebaikan padanya.” [Hilyah al-Auliya, 1/212]

Berjihad pun kewajiban atas umat ini, baik dia wajib secara ainy (atas setiap Muslim) dalam konteks tertentu, ataupun wajib secara kifa’iy. Allah Ta’ala berfirman:

ู„ูŽูƒูู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ู ูˆูŽุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ู…ูŽุนูŽู‡ู ุฌูŽุงู‡ูŽุฏููˆุง ุจูุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ููุณูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽุฃููˆู„ูŽุฆููƒูŽ ู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ู„ูุญููˆู†ูŽ

“Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama dia, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan; dan mereka itulah (pula) orang-orang yang beruntung.” [Q.S. At-Taubah: 88]

Allah Ta’ala mengancam orang-orang yang lebih mementingkan dunia daripada jihad di jalan-Nya. Firman-Nya:

ู‚ูู„ู’ ุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุขุจูŽุงุคููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุจู’ู†ูŽุงุคููƒูู…ู’ ูˆูŽุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูู…ู’ ูˆูŽุนูŽุดููŠุฑูŽุชููƒูู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูŒ ุงู‚ู’ุชูŽุฑูŽูู’ุชูู…ููˆู‡ูŽุง ูˆูŽุชูุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ุชูŽุฎู’ุดูŽูˆู’ู†ูŽ ูƒูŽุณูŽุงุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุณูŽุงูƒูู†ู ุชูŽุฑู’ุถูŽูˆู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุญูŽุจู‘ูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ูˆูŽุฌูู‡ูŽุงุฏู ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ูู‡ู ููŽุชูŽุฑูŽุจู‘ูŽุตููˆุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูุฃูŽู…ู’ุฑูู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ููŽุงุณูู‚ููŠู†ูŽ

“Katakanlah: "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” [Q.S. At-Taubah: 24]

Dakwah (amar ma’ruf nahy munkar) juga kewajiban atas umat ini. Firman Allah Ta’ala:

ุงุฏู’ุนู ุฅูู„ูŽู‰ ุณูŽุจููŠู„ู ุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ุจูุงู„ู’ุญููƒู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุนูุธูŽุฉู ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ูˆูŽุฌูŽุงุฏูู„ู’ู‡ูู…ู’ ุจูุงู„ู‘ูŽุชููŠ ู‡ููŠูŽ ุฃูŽุญู’ุณูŽู†ู

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.”[Q.S. An-Nahl: 125]

 

Kendatipun begitu, pengutamaan salah dari ketiganya adalah hal yang relatif dan tergantung kepada kondisi dan negeri. Jika musuh Allah menyerang suatu negeri kaum Muslimin, maka jihad saat itu lebih diwajibkan pada penghuni negeri. Jika ada negeri tersebut orang-orang yang mempertahankannya dengan memerangi musuh, maka kewajiban dakwah tetap ada. Begitu juga dengan kewajiban menuntut ilmu.

Adapun negeri yang tidak diserang oleh musuh namun di dalamnya tersebar kemaksiatan dan ada padanya ahli ilmu, maka dakwah di negeri tersebut lebih diwajibkan terhadap penduduknya dibandingkan jihad.

Adapun negeri yang penduduknya sangat miskin ilmu sehingga tersebar kebodohan di sana, maka menuntut ilmu bagi penduduknya lebih diwajibkan dibandingkan dengan negeri yang di dalamnya sudah banyak ulama dan dai. Wallahu a’lam

 

Hasan al-Jaizy

13 Dzulhijjah 1440